Model Pendidikan Kecakapan Hidup Efektif Atasi Pengangguran

Posted by humas on 7/27/11 • Categorized as Lain-Lain

Bandung, UPI

Model pendidikan kecakapan hidup (PKH) berbasis kebutuhan dan potensi lokal ternyata efektif digunakan untuk mengatasi pengangguran yang ada di masyarakat. Karena dengan model ini, pendidik dapat terlibat langsung, baik dalam menentukan kebutuhan belajar maupun dalam kegiatan pembelajaran lainnya. Di samping itu, para penganggur bersama penyelenggara serta tutor dilibatkan dalam merencanakan, mengorganisasikan kegiatan belajar, mengatur pengelolaan kelompok, melaksanakan, menilai dan mengembangkan program dan hasil pembelajaran secara individu atau kelompok.

“Hasil belajar dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perubahan sikap, dan perilaku,” kata Dr. Arislan saat menjelaskan hasil penelitiannya berjudul “Pengembangan Model Pendidikan Kecakapan Hidup Berbasis Kebutuhan dan Potensi Lokal untuk Mengatasi Pengangguran — Studi di Kelompok Belajar Usaha Kabupaten Merangin Provinsi Jambi”, di Bandung, Rabu (27/7/2011).

Hasil penelitian ini telah dijadikan disertasi dan dipertahankan di depan sidang senat akademik Sekolah Pascasarjana UPI, Kamis (21/7/2011). Dr. Arislan mempertanggung jawabkan disertasinya di depan para penguji antara lain Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah, M.A.; Prof. Dr. H. Engking Soewarman Hasan, M.Pd.;  Dr. Ugi Suprayogi, M. Pd.; Prof. Dr. H. Endang Sumantri, M.Ed.; Dan Prof. Dr. H. Tuhpawana S. Senjaya.

Menurut Dr. Arislan, penelitian yang dilakukannya dilatarbelakangi oleh banyaknya anak putus sekolah dan/atau tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi pengangguran pada usia produktif. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pendidikan kecakapan hidup yang layak digunakan untuk membekali para penganggur sehingga mereka mampu mangatasi permasalahan sendiri. Output dari implementasi model pendidikan kecakapan hidup adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta perolehan pekerjaan dan/atau  peningkatan pendapatan.

Diungkapkan, penelitian ini dilakukan berangkat dari teori yang dikemukakan oleh Maslow pada tahun 1943 yang dikenal dengan teori kebutuhan. Manusia sebagai salah satu makhluk hidup tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kelemahan, terutama dalam kebutuhan yang sifatnya material maupun bersifat spiritual. Sebagai makhluk yang ber-Tuhan, individual, sosial dan unik, manusia tidak bisa terlepas dari keperluan untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan hal inilah yang melatar belakangi berbagai macam perilaku manusia, yang membedakannya antara satu dengan yang lainnya termasuk kebutuhan akan pendidikan kecakapan hidup.

Penelitian ini, kata Dr. Arislan, dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (research and development) yang dikemukakan Borg and Gall dan dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneltian R & D ini sesungguhnya dilakukan dengan sepuluh langkah. Dari sepuluh langkah tersebut dalam pelaksanaannya dibagi menjadi empat langkah, yaitu studi pendahuluan, penyusunan desain model konseptual, implementasi, revisi dan model akhir.

“Setelah terbentuk model konseptual, maka dilakukan ujicoba di PKBM Amanah Kecamatan Bangko. Implementasi model PKH dilakukan dengan menggunakan desain ekperimental semu atau pre-experimental design satu kelompok dengan pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas (1) pengamatan partisipasi/observasi (2) studi dokumentasi; (3) wawancara; (3) angket; dan (4) tes.

Hasil penelitian ini, kata Dr. Arislan, menunjukkan bahwa pendidikan kecakapan hidup (PKH) yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pelaksanaan secara konvensional. Hal ini dikemukakan  terutama oleh pengelola, tutor/instruktur, dan warga belajar. Adapun kompnen model PKH yang dilaksanakan terdiri atas perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, evaluasi, dan pengembangan.

Dr. Arislan  mengungkapkan, dari temuan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model PKH dapat diterima secara signifikan untuk mengatasi pengangguran di mana terjadi perubahan sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan warga belajar seteleh mengikuti PKH. Untuk itu direkomendasikan kepada pengelola program PLS untuk melaksanakan model ini dan pada peneliti lanjutan untuk mengintegrasikan dengan kewirausahaan dan perkoperasian untuk kesinambungan program.

Langkah praktis

Dr. Arislan juga mengemukakan, proses penerapan model mengharuskan pengelola untuk mempelajari langkah praktisnya yang dilandasi dengan alasan filosofis dan alasan praktis. Idealnya, model ini diujicobakan di PKBM Amanah yang memiliki potensi dan fasilitas penyelenggaraan, sehingga validitas eksternalnya lebih tinggi untuk diterapkan ke daerah lain yang memiliki karakteristik yang sama.

“Bagi para agen perubahan diharapkan mau dan mampu melaksanakan PKH, baik dalam rangka mengatasi pengangguran maupun dalam kegiatan lain yang berupa pelaksanaan pendidikan atau pelatihan. Program PKH dan pemebelajaran atau pelatihan lainnya merupakan wujud atau realisasi dari community based education,” kata Arislan.

Sebelum pengimplementasian model, Arislan menyarankan agar para agen perubahan dan fasilitator terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada segenap komponen sasaran yang akan dijadikan sasaran PKH melalui dialog dengan memanfaatkan opinion leader. Sosialisasi diperlukan untuk membangkitkan motivasi dan kesadaran dari sasaran, serta dapat mengubah sikap tradisional sasaran yang selalu menerima dan pasrah pada nasib. (WAS)

About abu burhan

Saya adalah seorang yang mencintai ilmu dan tidak pernah puas dengan ilmu....

Posted on Juli 28, 2011, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: