Ketika Allah memerintahkan Ibrahim AS untuk membawa istri dan anaknya tercinta berangkat ke lembah sunyi mekah yang tandus, nabi Ibrahim tiada menolak dan langsung mengajak istri dan anaknya untuk berangkat. Setelah sampai di tempat yang dimaksud oleh Allah SWT, maka nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anak semata wayangnya di tempat yang tak memiliki tanda tanda kehidupan itu. Sungguh itu merupakan sebuah kondisi yang tidak sesuai dengan logika akal sehat(jika menggunakan otak kiri). Tetapi dengan keimanan yang mantap nabi Ibrahim dan istrinya, logika akal sehat itu tetap diabaikan. kenapa?……

Begitu juga dengan Istrinya tercinta yang tetap pasrah dengan keputusan nabi Ibrahim sebagai tanda ketaatan kepada suami dan Tuhan yang diimaninya…tak lama setelah ditinggalkan ternyata sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya, terjadi dengan spektakuler….kenapa? dari goresan kaki sibayi kecil(yang kita kenal Ismail) menyemburkan air terbaik sedunia yang pada akhirnya juga untuk diminum oleh masyarakat dunia(itulah Zam2). Hal lain yang diluar dugaan pun juga terjadi…apa itu? Tiba-tiba saja kau bani Jurhum(pengungsian dari yaman)  melintas di lembah yang mati  itu dengan alasan untuk mencari air,  yang pada akhirnya mereka sepakat untuk tinggal di sana bersama (cikal bakal lahirnya kota Makkah). Apakah itu sebuah kebetulan? Tidak …Bagi Allah di dunia ini tidak ada yang terjadi kebetulan….tapi apapun sudah ada dalam skenario Allah SWT….

………………………………..

Ketika nabi nuh diperintahkan Allah SWT untuk membuat kapal di atas puncak bukit tertinggi (jelas–tidak sesuai dengan logika akal sehat), maka nabi Nuh tetap melaksanakannya. Tetapi tindakan tersebut menjadikan ejekan dan hinaan bagi kaumnya, kerabatnya bahkan anggota keluarganya. Salahkah mereka?……Menurut akal sehat mereka tidak mudah untuk disalahkan. Tapi pandangan keimanan membuat mereka bisa dianggap salah. Setelah beberapa waktu berlalu peristiwa2 diluar logika akal terus terjadi. Mulai dari kesembuhan yang dialami masyarakat(yang suka menghina dan bahkan mengotori kapal yang dibuat nabi Nuh) yang tak sengaja nyemplung dikotoran manusia pada kapal tersebut, sampai dengan peristiwa banjir terbesar dalam sejarah yang menenggelamkan sebagian besar permukaan bumi ini. apakah itu terjadi secara kebetulan? sekali lagi tidak bagi Allah tidak ada yang kebetulan…..

………………………

Ketika nabi musa dihanyutkan ibunya dalam tempayan, Dia dipungut dan dipelihara oleh keluarga kerajaan. kebetulan…..? Ketika Beliau bersama kaumnya dikejar hingga kepinggir lautan(tidak ada jalan lagi) tiba2 Allah perintahkan nabi Musa membelah lautan dengan hanya memukulkan tongkatnya(tongkat kita bisa gak ya). Sungguh itu diluar akan sehat. Apakah nabi Musa melakukannya? Jelas…karena Beliau tidak lagi menggunakan/mengandalkan logikanya. Tetapi apakah pengikutnya percaya? yang mengandalkan logika akal tentu tidak, tapi yang mengandalkan keimanan tentu iya…Apakah semua kejadian di atas kebetulan? sekali lagi tidak……

…………………………..

Kalau kita mau jujur…..sungguh banyak kejadian dalam hidup kita yang tidak sesuai dengan logika akal sehat…karena itu kita tidak bisa terlalu mengandalkannya di setiap keadaan …benarkah? Biasanya orang yang selalu mengandalkan otak kiri (logika ) sering tertunda dalam melakukan sesuatu karena sesuatu itu belum sesuai dengan logika akalnya. Apakah logika akal tidak diperlukan? Tentu saja perlu bahkan wajib? lalu….

About abu burhan

Saya adalah seorang yang mencintai ilmu dan tidak pernah puas dengan ilmu....

Posted on September 23, 2011, in Muhasabah & Tausyah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: