Antara Parlemen Indonesia dan Mesir

Sekretaris Jenderal Partai Kebebasan dan Keadilan Mohamad Katatni.

Revolusi di Mesir melahirkan kehidupan baru. Tatanan baru. Pemerintahan baru. Partai-partai  baru. Parlemen baru. Termasuk Rezim baru. Segalanya telah barubah. Sebelumnya seakan tidak mungkin menjadi sebuah keniscayaan. Banyak kalangan yang mengatakan sebuah kemustahilan. Justeru sekarang menjadi sebuah fakta sejarah.

Siapa yang menduga orang kuat di Mesir, Hosni Mubarak, dituntut hukuman gantung? Partainya NDP dibubarkan. Gedungnya di Cairo dibakar habis. Partai-partai Islam memenangkan pemilu. Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), yang didirikan Jamaah Ikhwanul Muslimin dan Partai Nur, yang didirikan Salafi memenangkan pemilu.

Ini yang tidak pernah diprediksi siapapun. Karena itu, sekarang para pemimpin Barat, sibuk mengamati perubahan yang terjadi di Mesir. Para diplomat dan utusan negara-negara Barat, sibuk melakukan dialog dengan para pemimpin Partai Islam Mesir, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, berkunjung kepada Mursyid ‘Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin Mohamad Badie. Mereka ingin tahu tentang Jamaah Ikhwan, dan bagaimana masa depan kebijakan yang akan diambil para pemimpin Gerakan Islam di Mesir?

Negeri Spinx itu benar-benar berubah. Secara diametral dari arah sebelumnya. Kalangan Islam dan Gerakan Islam yang sebelumnya menjadi musuh negara, sekarang mereka akan mengendalikan negara. Mereka akan mengarahkan Mesir kepada masa depan yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Di mana Mesir sebelumnya hanya dipegang oleh Mubarak dengan menggunakan Partai NDP, yang mirip Golkar di Indonesia, sekarang sudah menjadi masa lalu. Mesir dibawah Mubarak hanyalah “pengekor” dan menjadi alat Barat.

Hasil revolusi di Mesir melahirkan sesuatu yang baru. Di parlemen Mesir sekarang ada 140 anggotanya yang hufazh (hafal al-Qur’an 30 juz), ada 100 anggotanya yang hafal 10.000 hadist, ada anggotanya yang lebih 180 orang yang hafal lebih 15 juz Qur’an.

Parlemen yang akan mengubah konstitusi negara Mesir, dan orang-orang seperti itu, sekarang berada di parlemen Mesir. Mungkin terlalu berlebihan mengharapkan akan terjadinya perubahan yang sangat drastis dalam kehidupan politik di Mesir, melalui orang-orang yang sekarang ada di parlemen itu. Tetapi, setidaknya banyak orang-orang yang baik (shalih) dengan indikator yang ada. Mungkin dengan banyaknya orang-orang yang baik itu, Mesir akan mendapatkan keberkahan dari Allah Azza Wa Jalla.

Sebuah perjuangan panjang dari para aktivis Gerakan Islam di Mesir, yang bergulat dengan kehidupan politik yang sangat keras, dan mereka terus dengan sikapnya yang teguh menghadapinya. Tanpa kompromi.  Mereka adalah anak keturunan panglima Amr bin Ash, yang berhasil menaklukkan Mesir, dan sekarang mengubah negeri yang dahulunya dikuasai para kaki tangan penjajah kafir yang tidak habis-habis.

Membandingkan dengan Indonesia, hati menjadi sangat kecut. Tidak ada perubahan yang memadai pasca reformasi. Hanya rezim yang berganti. Berganti tokohnya. Esensinya tidak berubah. Hanya Soeharto dilengserkan dari kekuasaannya. Tetapi Soeharto tetap berpengaruh. Soeharto tetap berkuasa di balik layar. Sampai mati. Tak pernah tersentuh oleh hukum. Itu menandakan begitu kuatnya pengaruh Soeharto, dan begitu lemahnya rakyat menghadapi rezim yang berkuasa di Indonesia. Tidak seperti Mesir.

Bahkan di era reformasi di Indonesia, lahir partai yang ingin mengusung cita-cita dan menghidupkan kembali warisan Soeharto. Partai yang menjadi copypaste Soeharto, yang dipimpin Tutut dan Jenderal Hartono.  Di era reformasi ada pula partai politik yang dulunya mengaku sebagai aktivis gerakan reformasi memberikan gelar pahlawan dan guru bangsa kepada Soeharto. Indonesia menjadi sebuah negeri penuh dengan paradok.

Sekarang, Partai Golkar yang menjadi warisan Soeharto sepertinya semakin kokoh, dan akarnya menghunjam. Tidak seperti NDP di Mesir yang dibubarkan. Sebaliknya Golkar menampakkan cengkeraman kukunya yang sangat kokoh di segala lini lapisan.

Di Indonesia korupsi semakin beranak-pinak. Tak dapat dibasmi. Upaya-upaya membasmi korupsi seperti membetot akar pohon beringin yang sudah menghunjam sangat dalam di dalam tanah hanya dengan tangan yang ringkih. Korupsi sudah sangat merata dan sistemik. Tak ada lagi lembaga yang kalis dari korupsi. Semuanya sudah terlibat korupsi. Apa yang  disebut sebagai “State Corruption” (korupsi negara) nyata adanya.

Parlemen Mesir yang baru diisi oleh orang-orang shalih, yang akan lebih mementingkan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Nampak dari profile orang-orang yang duduk di dalamnya.

Sementara itu, parlemen di Indonesia diisi oleh “tikus got”, yang terus-menerus menggerogoti APBN. Mereka hanya bisa “maling” uang negara atau menjadi calo, tanpa ada sedikitpun rasa malu. Tanpa kecuali. Tidak aneh kalau Fuad Bawazir dalam sebuah acara diskusi yang dihadiri oleh Ketua MK Mahfud MD yang difasilitasi oleh Keluarga Besar PII (KB PII), pekan lalu, mengatakan, “Partai politik itu semuanya maling dan jahanam”, keluhnya.

Kasus Banggar yang melibatkan sejumlah anggota DPR dari berbagai partai politik, sangat sarat hal-hal yang penuh dengan kejahatan. Mereka benar-benar para penipu dan maling uang rakyat. Karena itu, Indonesia menjadi tidak berkah, yang nyaris tenggelam. Wallahu’alam.(eramuslim)

About abu burhan

Saya adalah seorang yang mencintai ilmu dan tidak pernah puas dengan ilmu....

Posted on Februari 1, 2012, in UMUM. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: